by

5 Terapi Ini Terbukti Mampu Meringankan Stroke Ringan

Selain gangguan fungsi fisik, orang yang terserang stroke umumnya mengalami perubahan emosi dan perilaku. Hal ini tak lain disebabkan oleh terhambatnya pasokan darah dan oksigen ke otak, sehingga organ ini tidak lagi dapat berfungsi dengan maksimal. Cara terbaik untuk meringankan gejalanya adalah dengan melakukan terapi stroke ringan.

Terapi ini tidak hanya bertujuan untuk menyembuhkan fisik, tapi juga psikologis pasien. Kebanyakan penderita stroke memang akan mengalami kelabilan emosi, terutama pada 6 bulan pertama setelah diagnosis. Jika tidak segera ditangani, ini akan berdampak buruk bagi kondisi fisik dan psikis mereka.

Lakukan terapi ini untuk sembuhkan gejala stroke ringan.

Jangan khawatir, jika ada salah satu teman atau anggota keluarga yang mengalami hal yang sama, berikut beberapa jenis terapi stroke ringan yang patut dijadikan referensi pengobatan.

Terapi Psikologis

Umumnya pasien stroke akan mengalami stres sampai depresi akibat kondisi yang dialaminya. Itulah mengapa terapi psikologis sangat disarankan untuk para penderita stroke. Cara ini dianggap efektif untuk membantu mereka mengelola emosi, sehingga stres bisa berangsur berkurang.

Selain melatih diri dengan strategi manajemen perilaku, penderita stroke juga dapat melakukan Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Terapi ini bertujuan untuk mengubah perilaku pasien agar lebih positif dengan cara mengubah pola pikir mereka sendiri.

 

Fisioterapi

Penderita stroke ringan biasanya akan mengalami kelainan otot di bagian tubuh tertentu sehingga membuatnya mati rasa sampai kesulitan beraktivitas. Oleh karena itu, mereka sangat dianjurkan untuk melakukan fisioterapi.

Dalam fisioterapi pasien akan dituntun untuk melakukan latihan motorik yang berguna untuk meningkatkan kekuatan dan koordinasi otot pasca-stroke. Latihan jenis ini lazim dilakukan oleh penderita stroke yang susah berbicara dan menelan akibat otot lidah yang melemah.

ARTIKEL TERKAIT:  7 Penyebab Stroke Ringan yang Wajib Diwaspadai

Selain itu, pasien juga perlu belajar menggunakan alat bantu mobilitas, baik berupa kursi roda, kruk, tongkat, penahan pergelangan kaki, atau alat bantu berjalan jenis lainnya. Terapi ini penting dilakukan agar pengidap stroke pelan-pelan dapat beraktivitas secara mandiri tanpa harus selalu melibatkan orang lain.

 

Akupunktur

Akupunktur merupakan teknik pengobatan yang bertitik berat pada syaraf-syaraf di bagian tubuh tertentu (misalnya telapak kaki) untuk mencari di mana suatu penyakit bersarang. Cara ini ternyata juga diketahui efektif untuk meringankan gejala stroke ringan.

Akupunktur dilakukan dengan menggunakan media jarum lalu menusukannya ke bagian-bagian tubuh tertentu. Tujuannya adalah untuk memperlancar peredaran darah, sehingga potensi penggumpalan/penyumbatan darah yang menjadi penyebab datangnya stroke ringan dapat dicegah.

 

Terapi Stem Cell

Terapi stem cell merupakan pilihan pengobatan yang cukup efektif untuk mempercepat proses pemulihan penyakit stroke. Seperti namanya, terapi ini dilakukan dengan menanamkan sel punca ke dalam otak pasien.

Nantinya, sel ini akan berkembang lalu menjadi sel-sel baru yang hidup di otak/tubuh pasien stroke dan menggantikan sel yang rusak. Saat ini dunia medis sedang terus mengadakan penelitian mengenai terapi stem cell mengingat manfaatnya yang sangat besar bagi kesembuhan para penderita stroke.

 

Terapi Kognitif

Jenis pengobatan lain yang tak kalah penting bagi penderita stroke adalah terapi kognitif. Terapi ini bertujuan untuk mengasah kemampuan otak dan membantu pasien agar dapat mengolah informasi yang diterima dengan lebih maksimal tanpa kendala apa pun.

Terapi kognitif sendiri terdiri dari banyak metode, salah satunya adalah metode oral yang dilakukan dengan mengajak pasien stroke yang mengalami gangguan berbicara untuk sering-sering melakukan komunikasi lisan.

 

ARTIKEL TERKAIT:  5 Tips untuk mengatasi Asam Lambung

Selain kelima terapi di atas, ada dua metode terapi alternatif yang patut dicoba para penderita stroke ringan agar cepat pulih, yakni:

Constraint-Induced Movement Therapy

Constraint-induced movement therapy (CMIT) merupakan jenis terapi yang “memanfaatkan” anggota tubuh yang tidak terdampak stroke untuk “membantu” anggota tubuh yang terkena agar dapat berfungsi dengan lebih maksimal.

Contoh sederhana dari terapi CMIT adalah mengikat/menahan lengan yang tidak lumpuh agar bagian lengan yang lumpuh dapat tetap melaksanakan tugasnya. Terapi ini diklaim sangat efektif untuk mengembalikan fungsi motorik tubuh penderita stroke agar dapat kembali beraktivitas dengan normal.

 

Range of Motion Therapy

Stroke sering kali menyebabkan penderitanya mengalami kaku otot, tak terkecuali pada bagian tubuh yang tidak lumpuh. Nah, latihan range of motion ini berguna untuk melenturkan otot tubuh, sehingga pasien dapat kembali beraktivitas dan bergerak secara lentur dan normal.

 

Di samping menjalani terapi kesehatan tersebut, pasien stroke juga sangat dianjurkan untuk senantiasa menerapkan pola hidup sehat, antara lain dengan makan makanan bergizi, rutin bergerak, istirahat cukup, serta menghindari rokok dan alkohol.

Jika Anda masih memiliki pertanyaan lain seputar terapi stroke ringan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tim dokter ahli di dokter.my. Kami siap merekomendasikan jenis perawatan dan pengobatan terbaik yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Yuk, mulai hemat biaya dan waktu Anda dari segala tindakan medis yang tak diperlukan bersama dokter.my. Untuk info lebih lengkap seputar layanan, klik di sini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed