by

Patah Tulang Pinggul, Penyebab dan Pengobatan

Patah tulang pinggul umumnya dapat terjadi setelah cedera akibat benturan energi tinggi. Seringkali, patah tulang pinggul diikuti oleh cedera sistem organ akibat benturan energi tinggi tersebut.

Berdasarkan letaknya, patah tulang pinggul terbagi menjadi dua jenis. Patah tulang yang terjadi pada bagian tulang paha yang terletak di dalam soket sendi disebut juga intrakapsular, dan patah tulang paha yang berada di luar soket disebut dengan ekstrakapsular.

Penyebab Patah Tulang Pinggul

Patah tulang pinggul dapat terjadi pada siapa saja. Kondisi ini sering terjadi akibat menerima hantaman keras di area pinggul akibat terjatuh, kecelakaan, atau cedera saat berolahraga. Patah tulang pinggul dapat disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya:

  • Cedera energi tinggi. Patah tulang pinggul dapat terjadi akibat tekanan berenergi tinggi, misalnya sebagai akibat dari kecelakaan mobil atau sepeda motor, tertabrak, atau jatuh dari ketinggian (seperti dari tangga). Bergantung pada arah dan kekuatan tekanan, cedera tersebut dapat mengancam jiwa dan membutuhkan penanganan pembedahan.
  • Kelemahan tulang. Patah tulang pinggul juga dapat terjadi akibat tulang yang lemah. Hal ini lebih sering ditemui pada populasi lanjut usia yang memiliki tulang yang sudah menurun kepadatannya akibat osteoporosis. Pada pasien-pasien tersebut, patah tulang dapat terjadi bahkan saat melakukan aktivitas rutin yang tampaknya biasa, seperti keluar dari bak mandi atau turun tangga.
  • Penyebab lainnya. Walaupun cukup jarang, patah tulang dapat terjadi pada tulang ischium yang terpisah dari lokasi tempat otot hamstring menempel. Jenis patah tulang ini disebut sebagai fraktur avulsi, dan dapat terjadi pada atlet muda yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Faktor Risiko Patah Tulang Pinggul

Selain usia dan osteoporosis, ada beberapa faktor lain yang berpotensi mengalami patah tulang pinggul meskipun tidak mengalami cedera berat, apabila memiliki faktor di bawah ini

ARTIKEL TERKAIT:  Kenali Kerusakan Neurologi dan 8 Penyakitnya Pada Anak di Indonesia

1. Berusia lanjut

Patah tulang pinggul rentan dialami oleh orang usia 65 tahun ke atas. Lansia akan mengalami penurunan kepadatan dan kekuatan tulang sehingga rentan mengalami patah tulang.

Selain itu, lansia juga mengalami gangguan penglihatan dan masalah keseimbangan tubuh sehingga rentan jatuh dan mengalami cedera yang dapat menyebabkan patah tulang pinggul.

2. Kekurangan nutrisi

Kalsium dan vitamin D adalah dua nutrisi yang sangat dibutuhkan untuk pembentukan tulang yang kuat. Kekurangan kedua asupan ini dapat meningkatkan risiko patah tulang pinggul

3. Jenis kelamin

Penurunan kadar hormon estrogen saat menopause membuat wanita lebih cepat kehilangan kepadatan tulang. Itulah mengapa risiko wanita untuk mengalami patah tulang pinggul lebih tinggi dibandingkan pria. Diperkirakan sekitar 80 persen di antara pengidap patah tulang pinggul adalah wanita.

4. Jarang berolahraga

Olahraga secara teratur dapat membantu meningkatkan kekuatan otot dan tulang sehingga risiko untuk mengalami cedera akan lebih rendah. Sebaliknya, orang yang jarang berolahraga lebih berisiko mengalami patah tulang pinggul.

5. Rokok dan minuman keras

Dua kebiasaan yang tidak sehat tersebut dapat menghambat proses pembentukan dan pemulihan tulang, sehingga memicu kerapuhan tulang.

6. Menderita penyakit tertentu

Osteoporosis, kanker, dan hipertiroidisme adalah beberapa contoh penyakit yang bisa menyebabkan kepadatan tulang menurun sehingga tulang rentan patah. Di samping itu, penyakit saraf seperti demensia atau penyakit Parkinson, juga dapat menyebabkan seseorang rentan terjatuh dan mengalami patah tulang pinggul.

Gejala Patah Tulang Pinggul

Sebagian besar gejala patah tulang pinggul muncul setelah terjatuh, tetapi bisa juga terjadi secara spontan. Gejala yang menunjukkan patah tulang pinggul adalah:

  • Rasa sakit yang tidak tertahankan di bagian pinggul atau selangkangan
  • Kaku, memar, dan bengkak pada area pinggul dan sekitarnya.
  • Panjang kaki yang tidak sama, biasanya sisi yang cedera lebih pendek dari sisi lainnya
  • Tidak dapat bersandar pada sisi kaki yang cedera.
  • Kaki mengarah keluar pada sisi kaki yang cedera.
ARTIKEL TERKAIT:  4 Panduan Sederhana Memilih Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi

Diagnosis Patah Tulang Pinggul

Diagnosis patah tulang pinggul dapat dilakukan dengan cara memeriksa gejala-gejala fisik pada pinggul. Dokter dapat melakukan beberapa tes pencitraan untuk memeriksa seberapa parah kondisi patah tulang yang kamu alami:

  • Foto rontgen. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan struktur tulang. Setiap kasus yang dicurigai sebagai kejadian patah tulang pinggul membutuhkan foto rontgen, umumnya dari beberapa sudut, untuk membantu dokter mengevaluasi derajat dari pergeseran tulang.
  • Computerized Tomography (CT) scan. Terkadang, CT scan juga dibutuhkan pada patah tulang pinggul. Pemeriksaan ini dapat memberikan gambaran tulang pinggul dengan lebih detil. Dengan begitu secara lebih spesifik dokter bisa menentukan pola dan derajat cedera yang terjadi serta membantu perencanaan pra-operatif.
  • Magnetic Resonance Imaging (MRI). Walaupun jarang, terkadang MRI dibutuhkan untuk memeriksa adanya patah tulang yang tidak terdeteksi oleh foto rontgen dan CT scan.

Pengobatan Patah Tulang Pinggul

Hampir sebagian besar kasus patah tulang pinggul ditangani dengan operasi yang dilakukan sesegera mungkin. Metode operasi yang dilakukan akan disesuaikan dengan jenis patah tulang, kemampuan gerak pasien, kondisi tulang dan sendi, serta usia pasien. Ada beberapa metode operasi yang dapat dilakukan, yaitu:

1. Pemasangan pen

Pada prosedur ini, dokter akan memasang alat khusus untuk memperbaiki susunan tulang dan merekatkan patahan tulang agar kembali ke posisi semula. Operasi ini dilakukan jika bagian tulang pinggul yang patah tidak bergeser terlalu jauh.

2. Penggantian sebagian sendi pinggul

Prosedur ini dilakukan untuk mengangkat pangkal tulang paha yang patah atau rusak dan menggantinya dengan tulang buatan. Jenis operasi ini hanya dilakukan jika patahan pada tulang tidak beraturan.

3. Penggantian seluruh sendi pinggul (total hip replacement)

ARTIKEL TERKAIT:  5 Jenis Penyakit Mata yang Umum Ada di Indonesia

Pada operasi penggantian pinggul atau total hip replacement, dokter akan memasang soket sendi dan pangkal tulang paha buatan untuk mengganti bagian yang rusak atau patah. Prosedur total hip replacement ini dilakukan pada pasien yang juga menderita radang sendi atau sudah mengalami penurunan fungsi sendi akibat cedera sebelumnya.

4. Pemulihan Patah Tulang Pinggul

Selama masa pemulihan, pasien akan menjalani fisioterapi untuk mengembalikan fungsi dan kekuatan tulang, meningkatkan kemampuan bergerak, dan mempercepat masa penyembuhan. Dokter juga akan membantu pasien untuk mempelajari bagaimana cara menjalani aktivitas sehari-hari, seperti mandi dan berpakaian, dengan gerakan yang terbatas.

Dokter juga akan memberikan obat-obatan untuk meredakan rasa nyeri dan menurunkan risiko terjadinya patah tulang pinggul di kemudian hari. Pada penderita osteoporosis, dokter akan meresepkan bisfosfonat untuk memperkuat tulang dan menurunkan risiko patah tulang pinggul. Jika diperlukan, dokter akan menyarankan penggunaan kursi roda atau tongkat untuk sementara waktu.

5. Komplikasi Patah Tulang Pinggul

Patah tulang pinggul merupakan cedera yang serius, terutama bagi lansia. Jika tidak ditangani dengan cepat, kondisi ini berisiko menyebabkan gangguan aliran darah di sekitar paha. Jika aliran darah terganggu, jaringan di daerah paha dan pinggul akan mati dan membusuk, serta menimbulkan rasa nyeri berkepanjangan. Kondisi ini disebut dengan nekrosis avaskular. Patah tulang pinggul juga dapat membuat penderitanya tidak dapat bergerak. Bila pergerakan terhambat untuk waktu yang lama, penderita bisa mengalami penggumpalan darah.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami salah satu atau beberapa gejala patah tulang pinggul setelah terjatuh, segeralah memeriksakan kondisimu. Penanganan yang cepat dan tepat akan menghindari kamu dari komplikasi berbahaya. Dokter.my dapat membuat janji dengan dokter tulang yang berpengalaman.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed