by

Operasi Tulang Belakang : Kondisi, Prosedur Hingga Risiko

Operasi tulang belakang adalah prosedur pengobatan untuk membantu mengatasi berbagai masalah yang menyebabkan nyeri pada tulang belakang Anda. Umumnya, prosedur pengobatan ini dilakukan bila berbagai jenis perawatan medis lainnya tidak berhasil menghilangkan nyeri pada tulang belakang Anda atau justru semakin parah.

Sebagai informasi, nyeri tulang belakang atau punggung merupakan gejala yang umum terjadi pada banyak orang. Biasanya, gejala ini akan membaik dengan sendirinya dalam tiga bulan. Adapun bila dibutuhkan pengobatan, obat-obatan antiradang, fisioterafi, atau perawatan nonoperasi lain biasanya sudah cukup untuk mengobati kondisi ini.

Jenis-Jenis Operasi Tulang Belakang

Operasi tulang belakang memiliki ragam jenis. Adapun jenis operasi yang diberikan tergantung pada penyebab nyeri punggung yang muncul serta kondisi masing-masing pasien.
Berikut adalah jenis operasi tulang belakang yang umum dilakukan dokter:

  • Laminotomi. Prosedur ini bertujuan untuk mengurangi tekanan pada saraf tulang belakang dengan cara memotong sebagian dari lamina, yaitu bagian belakang dari ruas tulang belakang, sehingga penekanan pada saraf tulang belakang dapat mereda.
  • Laminektomi. Hampir sama dengan laminotomi, tetapi pada laminektomi seluruh lamina tulang belakang akan diangkat. Laminektomi dapat membantu mengurangi peradangan akibat tekanan pada saraf tulang belakang, meskipun tidak langsung terasa setelah prosedur ini dilakukan.
  • Diskektomi. Prosedur ini bertujuan untuk menghilangkan tekanan pada saraf tulang belakang akibat bentuk cakram tulang belakang yang abnormal dan mengalami herniasi atau penonjolan (hernia nukleus pulposus). Disektomi dilakukan dengan memotong bagian cakram tulang belakang, sehingga terdapat ruang lebih bagi saraf tulang belakang dan tekanan pada saraf akan berkurang dengan sendirinya. Disektomi dapat dikombinasikan dengan laminektomi agar hasilnya maksimal.
  • Fusi tulang belakang. Prosedur ini dilakukan dengan cara mengatur susunan tulang belakang, kemudian menyatukan ruas tulang belakang yang sebenarnya terpisah, untuk mencegah gerakan yang dapat menimbulkan penekanan pada saraf tulang belakang. Fusi tulang belakang juga dapat dilakukan setelah operasi dekompresi untuk mencegah penekanan kembali pada saraf tulang belakang.
  • Vertebroplasti. Prosedur ini dilakukan dengan menyuntikkan zat seperti semen ke bagian yang mengalami patah tulang belakang. Penyuntikkan zat seperti semen ini adalah untuk membuat tulang belakang lebih stabil dan mengembalikan bentuk tulang belakang seperti semula.
  • Kifoplasti. Sama seperti vertebroplasti, kifoplasti juga dilakukan dengan menyuntikkan semen ke bagian yang mengalami patah tulang belakang. Namun sebelum disuntik semen, bagian yang mengalami patah tulang belakang akan dilebarkan dengan balon khusus.
ARTIKEL TERKAIT:  10 Cara Mengatasi Sakit Tulang Belakang, Wajib Tahu

Peringatan Operasi Tulang Belakang

Tidak semua penderita penyakit tulang belakang dapat menjalani operasi tulang belakang. Selain itu, masing-masing teknik operasi tulang belakang memiliki syarat yang berbeda.

Secara umum, tidak ada kondisi mutlak yang menyebabkan seseorang tidak dapat menjalani operasi dekompresi. Akan tetapi, operasi tulang belakang sebaiknya dihindari apabila penderita:

  • Mengalami kyphosis.
  • Masih anak-anak.
  • Belum menjalani terapi non bedah dengan maksimal.
  • Osteoporosis.
  • Cedera berat pada lapisan pelindung saraf tulang belakang (epidural).
  • Tumor ganas, terutama pada tulang belakang.
  • Patah tulang belakang.
  • Infeksi.

Persiapan sebelum melakukan operasi tulang belakang

Sebelum menjalani operasi tulang belakang, dokter akan terlebih dahulu memeriksa kondisi Anda secara keseluruhan. Hal ini termasuk melakukan pemeriksaan fisik, mengecek riwayat medis secara lengkap, serta mungkin melakukan tes pencitraan, seperti rontgen sinar-X, untuk menentukan lokasi tulang belakang yang mengalami masalah.

Selain itu, Anda pun perlu memperhatikan hal-hal berikut sebelum operasi dijalankan:

  • Beri tahu dokter mengenai obat-obatan yang Anda konsumsi, termasuk dari resep dokter, yang dibeli bebas, hingga vitamin dan suplemen herbal.
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, seperti sedang hamil, alergi, atau memiliki riwayat gangguan perdarahan.
  • Berhenti merokok.
  • Berhenti mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat pengencer darah, aspirin, atau obat lain yang memengaruhi pembekuan darah.
  • Berpuasa selama beberapa jam sebelum operasi dijalankan.

Prosedur Operasi Tulang Belakang

Pasien akan diminta berganti pakaian dengan pakaian khusus operasi serta menanggalkan perhiasan yang dipakai, kemudian dibawa ke ruang operasi. Setelah itu, pasien diberikan obat bius total sehingga tidak akan sadar selama operasi tulang belakang dilakukan, dan diposisikan sesuai dengan jenis operasi, biasanya telungkup.

Setelah Anda tidak sadarkan diri, kateter untuk drainase urine dapat dipasang. Setelah itu, rambut yang mungkin tumbuh di sekitar area lokasi pembedahan pun akan dipotong. Area pembedahan tersebut juga akan dibersihkan dengan sabun khusus atau antiseptik untuk mencegah terjadinya infeksi.

ARTIKEL TERKAIT:  15 Ciri Ciri Gejala Gagal Ginjal Yang Harus Anda Ketahui

Setelah persiapan tersebut selesai, dokter akan membuat sayatan di bagian leher, punggung, perut, atau tenggorokan untuk dapat mengakses tulang belakang yang bermasalah. Otot yang ada di sekitarnya pun akan didorong atau diregangkan.

Pada foraminotomi, taji tulang atau cakram yang menghalangi foramina akan dihilangkan. Sementara pada operasi laminotomi, laminektomi, dan diskektomi, pengangkatan bagian tulang atau cakram yang bermasalah akan dilakukan.

Adapun pada operasi fusi tulang belakang, tulang-tulang akan digabung begitu sayatan dibuka. Setelah itu, maka alat logam, seperti sekrup, atau cangkok tulang akan dipasang untuk merekatkan atau menstabilkan bagian tulang yang sudah digabungkan.

Jika sudah selesai, sayatan akan ditutup dengan jahitan. Kemudian, perban atau balutan steril akan dipasang untuk mencegah terjadinya infeksi.

Berbeda dengan jenis operasi lainnya, vertebroplasti dan kifoplasti umumnya tidak membutuhkan sayatan. Pada dua prosedur ini, dokter akan memasukkan balon dan semen tulang melalui jarum suntik ke area kulit dan otot di punggung Anda.

Setelah operasi tulang belakang

Pasien umumnya akan menjalani rawat inap di rumah sakit selama 2-3 hari. Selama masa perawatan dan pemulihan, pasien dapat merasakan nyeri dan tidak nyaman di daerah operasi. Dokter dapat memberikan obat pereda nyeri untuk dikonsumsi selama rawat inap dan rawat jalan. Selama masa pemulihan, baik di rumah sakit maupun di rumah, pasien dianjurkan untuk melatih mobilitas atau gerakan dengan berjalan.

Begitu kembali ke rumah, biasanya Anda belum diperbolehkan untuk melakukan aktivitas normal hingga kondisi Anda benar-benar telah pulih. Adapun masa pemulihan setiap jenis operasi bisa berbeda. Pada laminektomi dan operasi fusi tulang belakang, masa pemulihan total bisa mencapai 3-4 bulan atau bahkan setahun.

ARTIKEL TERKAIT:  5 Gejala Umum yang Muncul Akibat Gangguan Saraf

Jahitan yang dibuat saat operasi, dapat menggunakan benang jahit yang bisa menyatu maupun yang tidak bisa menyatu dengan jaringan tubuh. Bila menggunakan benang jahit yang tidak menyatu dengan tubuh, dokter akan melakukan pencabutan benang jahit setelah luka operasi menutup. Dokter juga akan menjadwalkan waktu kontrol rutin pasien untuk memantau proses pemulihan selama rawat jalan.

Pasien sebaiknya segera menghubungi dokter jika mengalami gejala-gejala infeksi, seperti:

  • Keluarnya cairan dari luka operasi.
  • Demam.
  • Menggigil.
  • Kemerahan, pembengkakan, atau mengerasnya jaringan di daerah operasi.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed