by

Macam-Macam Kelainan Tulang yang Perlu Diwaspadai

Tulang memiliki begitu banyak fungsi penting untuk tubuh. Selain menopang postur tubuh dan membantu pergerakan, organ yang satu ini juga jadi tempat pembentukan sel darah merah. Sehingga saat ada kelainan pada tulang yang terjadi, tubuh akan mengalami kesulitan menjalani fungsinya.

Maka dari itu, menjaga kesehatan tulang sangat penting untuk menunjang aktivitas harian. Tulang juga memiliki beberapa fungsi penting lainnya. Salah satunya untuk melindungi organ-organ dalam tubuh kamu, seperti tengkorak yang melindungi otak. Penting untuk mengetahui beberapa kelainan yang dapat terjadi pada tulang dan sendi. Berikut ulasan lengkapnya!

Beberapa Kelainan pada Tulang dan Sendi

Tulang dan sendi memainkan peran penting dalam memberikan tubuh kemampuan fisiknya, termasuk bergerak. Jelas, kesehatan tulang dan persendian adalah investasi yang berharga, terutama saat usia sudah tidak muda lagi. Mengabaikan bagian tubuh ini dapat menyebabkan rasa sakit kronis dan potensi kecacatan.

Berikut ini adalah jenis-jenis penyakit atau kelainan tulang yang umum terjadi

1. Osteoartritis (radang sendi)

Osteoartritis adalah salah satu kelainan pada sendi yang paling umum. Penyakit ini terjadi ketika tulang rawan yang melapisi ujung tulang di persendian mengalami “keausan” seiring bertambahnya usia. Akibatnya, sendi akan terasa kaku dan nyeri, terutama ketika bergerak. Orang dewasa berusia 50 tahun ke atas dan wanita lebih berisiko untuk mengalami penyakit kronis dan progresif ini.

Kelainan tulang yang satu ini lebih umum terjadi pada lansia dan wanita. Penyakit ini dapat disebabkan oleh kekurangan kalsium, penggunaan kortikosteroid dalam jangka panjang, atau gangguan hormon.

2. Rakitis dan osteomalacia (rematik)

Rheumatoid arthritis adalah kondisi autoimun yang memengaruhi lapisan sendi. Sel-sel sistem kekebalan tubuh yang biasanya tidak ada di dalam sendi, malah menumpuk di sendi dalam jumlah besar. Ketika sel-sel kekebalan berinteraksi dengan sel-sel sendi lokal, kelainan pada sendi ini bisa menyebabkan peradangan yang terus meningkat, sehingga kerusakan dan penghancuran tulang rawan dan tulang akhirnya dapat terjadi.

ARTIKEL TERKAIT:  Apa Pengertian Ortopedi Itu? Bagaimana Berobatnya?

3. Osteomielitis (Infeksi tulang)

Infeksi tulang bisa terjadi bakteri penyebab infeksi masuk ke pembuluh darah atau menyebar ke jaringan di sekitar tulang. Infeksi juga bisa langsung muncul di tulang, apabila orang tersebut memiliki luka terbuka dan bakteri langsung masuk ke tulang.

Orang yang mengalaminya akan merasa demam, nyeri, bengkak, dan lemas. Biasanya, bakteri yang menyebabkan infeksi ini adalah bakteri Staphylococcus.

4. Skoliosis

Jika dilihat dari belakang, tulang punggung kita akan terlihat lurus. Namun, pada penderita skoliosis, penyakit yang menyebabka kelainan pada tulang belakang, susunan yang seharusnya lurus itu akan melengkung membentuk huruf S atau huruf C.

5. Penyakit Paget

Pada penyakit Paget, tulang tumbuh terlalu besar sehingga menjadi lemah. Kondisi ini seringkali terjadi di tulang kaki, tulang pinggul, tulang belakang, dan kepala. Penyakit paget adalah salah satu jenis penyakit tulang yang seringkali tidak disadari karena tidak menimbulkan rasa sakit, dan baru akan menimbulkan gejala apabila kondisi lain seperti patah tulang dan artritis, sudah terjadi.

6. Osteomyelitis (infeksi tulang)

Osteomielitis adalah peradangan pada tulang yang umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri. Kelainan tulang ini sering terjadi pada orang yang mengalami cedera atau patah tulang terbuka, memiliki daya tahan tubuh yang lemah, atau menggunakan alat bantu prostetik pada tulang atau sendi.

Osteomielitis dapat menimbulkan gejala berupa nyeri dan pembengkakan pada tulang, bagian di sekitar tulang yang meradang terasa hangat saat disentuh, demam, serta tubuh terasa lemas.

7. Kanker tulang

Kanker tulang bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu primer dan sekunder. Kanker tulang primer adalah kanker yang sejak awal muncul di tulang. Sementara itu, kanker tulang sekunder adalah kanker yang awalnya muncul di organ lain, lalu menyebar ke tulang. Gejala kanker tulang antara lain adalah nyeri tulang yang tidak kunjung sembuh dan tambah parah saat malam hari, bengkak dan kemerahan di area tulang tertentu, muncul benjolan di tulang, dan tulang rapuh.

ARTIKEL TERKAIT:  10 Gejala Kanker Payudara Stadium 4 yang Wajib Wanita Tahu

8. Penyakit Paget

Penyakit Paget merupakan kelainan kronis yang menyebabkan tulang tumbuh lebih cepat tetapi rapuh. Akibatnya, tulang mudah mengalami kerusakan dan perubahan bentuk. Belum diketahui dengan pasti apa penyebab penyakit Paget. Namun, banyak ahli menduga bahwa faktor lingkungan dan genetik merupakan penyebab tulang tumbuh terlalu cepat dan lemah.

9. Osteogenesis imperfecta

Osteogenesis imperfecta (OI) adalah kelainan genetik yang diturunkan dari orang tua, di mana formasi tulang tidak sempurna sehingga mudah patah. Selain patah tulang, OI juga dapat menyebabkan otot lemah, gigi rapuh, tulang belakang melengkung, dan hilangnya pendengaran.

10. Osteomalacia

Osteomalacia adalah kelainan pada tulang yang mirip dengan osteoporosis. Hanya saja, kondisi ini disebabkan oleh kekurangan kadar vitamin D di tubuh yang parah dan terus-menerus terjadi dalam jangka waktu lama.

Rendahnya kadar vitamin D membuat tubuh tidak mampu menyerap kalsium yang dibutuhkan untuk membangun tulang. Sehingga tulang yang ada di tubuh, tidak mengalami regenerasi. Selain itu, tulang yang ada pun terus-menerus mengalami pengapuran.

Cara mencegah kelainan pada tulang
Kelainan tulang karena sebab yang lain dapat dicegah dengan beberapa cara berikut ini:

1. Menambah asupan kalsium dan vitamin D

Kalsium dan vitamin D adalah nutrisi yang berperan penting dalam memelihara kesehatan dan kekuatan tulang. Jenis makanan yang banyak mengandung kedua nutrisi tersebut antara lain susu dan produk olahannya, kacang-kacangan, sayuran, daging, ikan, dan telur.1.

Selain dari makanan, kedua nutrisi di atas juga dapat diperoleh dengan mengonsumsi suplemen. Sedangkan vitamin D dapat diproduksi di dalam tubuh dengan bantuan paparan sinar matahari.

2. Olahraga teratur

Olahraga teratur juga penting untuk mencegah kelainan pada tulang. Dengan melakukan kegiatan fisik secara rutin selama 30 menit per hari, maka Anda sudah membantu mengurangi risiko munculnya gangguan pada tulang. Jenis olahraga yang bisa dilakukan pun tidak rumit. Anda bisa jalan santai. jogging, naik tangga, dan bersepeda sebagai langkah awal untuk mempertahankan kesehatan tulang.

ARTIKEL TERKAIT:  Osteoporosis : Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Cara Mengobati

3. Menjaga berat badan ideal

Memiliki berat badan yang terlalu kurus atau gemuk (obesitas) dapat meningkatkan risiko Anda terkena osteoporosis. Untuk mengetahui apakah berat badan badan Anda sudah ideal, cobalah hitung indeks massa tubuh Anda.

4. Menjalani pemeriksaan kepadatan tulang

Pemeriksaan yang dilakukan dengan foto Rontgen khusus ini bertujuan untuk menilai kepadatan dan kekuatan tulang. Dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan ini pada lansia atau wanita yang telah menopause dan orang yang rutin mengonsumsi obat kortikosteroid.

Selain melakukan beberapa hal di atas, penting juga untuk menghindari konsumsi minuman beralkohol dan berhenti merokok, guna mencegah terjadinya kelainan tulang. Bila Anda merasakan keluhan pada tulang, segera lakukan pemeriksaan ke dokter ortopedi.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed