by

Maag Akut dan Kronis: Kenali Perbedaannya

Siapa yang tak kenal maag? Bahkan bukan penderita pun sadar maag adalah salah satu penyakit yang rasanya tidak ingin dimiliki siapa pun. Penyakit ini termasuk lumrah di kalangan masyarakat, meskipun begitu tidak dapat disepelekan. Karena jika kondisi tubuh maag dibiarkan berlarut bisa semakin parah dan bahkan bahaya yang timbul bisa menyebabkan kematian. Penyakit ini bisa dikategorikan ke dalam dua jenis, yaitu maag akut dan maag kronis. Sekilas seperti sama, tapi sebenarnya ada perbedaan di antara kedua penyakit ini. Dan itu bisa terlihat dari diagnosa, gejala, penyebab dan cara mengobati. Beruntungnya, penyakit maag bisa disembuhkan jika ditangani dengan cepat dan tepat.

Penyebab Maag Akut dan Maag Kronis

Jika dilihat dari penyebabnya, sekilas maag akut dan kronis punya penyebab yang sama. Maag akut seringnya berasal dari penggunaan obat anti inflamasi non-steroid dan obat kortikosteroid. Sedangkan maag kronis berasal dari infeksi bakteri H. Pylori.

Dilihat dari durasinya juga ada sedikit perbedaan antara maag akut dan kronis. Maag akut biasanya terjadi mendadak dan kurang dari 6 bulan masa durasinya. Sedangkan maag kronis bisa berlangsung lebih dari 6 bulan.

Begitu juga dengan apa yang dirasakan penderita. Pada penderita maag akut, biasanya rasa nyeri yang datang itu luar biasa sakit dan sangat tidak nyaman. Namun hanya berlangsung dalam waktu yang relatif singkat dan sementara saja. Sedangkan nyeri maag kronis bisa dirasakan secara bertahap, pelan dan bertahan lebih lama.

Beda Hasil Endoskopi

Endoskopi adalah salah satu metode pengecekan untuk mendiagnosa gastritis. Penderita maag akut dan kronis pun bisa menghasilkan diagnosa yang berbeda. Pada penderita maag akut, hasil dari endoskopi akan menunjukkan adanya hiperemia atau merah di jaringan mukosa lambung yang disertai sejumlah luka kecil. Sedangkan pada penderita maag kronis, jaringan mukosa lambung tadi terlihat mengecil.

Dokter akan selalu menyarankan untuk terus memeriksa kondisi tubuh jika pernah didiagnosa memiliki penyakit gastritis. Jika disepelekan, dampaknya akan sangat berbahaya, contohnya seperti pendarahan pada lambung. Untuk memahami apakah anda punya penyakit gastritis, biasanya inilah yang akan dirasakan penderita maag akut dan kronis:

Gejala Maag Akut

Gejala-gejala maag akut umumnya berupa:

  • Nyeri pada ulu hati
  • Perut kembung terlebih setelah makan
  • Mual
  • Muntah
  • Tidak bernafsu makan
  • Rasa panas seperti perut terbakar
  • Muntah darah
  • BAB berwarna hitam

Gejala maag kronis

Hampir mirip dengan gejala maag akut, ini beberapa gejala yang biasa dirasakan penderita maag kronis:

  • Sering merasa mual
  • Sering merasa atau muntah
  • Perut terasa sakit pada bagian atas
  • Nyeri perut terutama saat puasa
  • Nyeri perut setelah makan
  • Sensasi terbakar di perut
  • Kembung sehingga terasa penuh
  • Sering sendawa karena kembung
  • Rasa kenyang meski makan sedikit
  • Selera makan mudah hilang tetapi sering lapar
  • Penurunan berat badan yang tidak direncanakan
  • Mengalami pendarahan terutama pada tipe C

Penanganan Maag Akut

Cara mengobati maag akut adalah dengan pemahaman bahwa maag akut masih bisa diredakan kondisinya, dengan syarat seperti:

  • Hindari makanan yang panas, pedas, dan asam
  • Kurangi konsumsi makanan yang digoreng
  • Membatasi makanan tinggi lemak
  • Hindari alkohol
  • Hindari kafein
  • Makan sedikit tapi sering
  • Kelola stres dengan baik
  • Hentikan merokok

Sebagai masukan, ada beberapa jenis makanan untuk penderita maag akut yang bisa dikonsumsi dan menjaga agar penyakit ini tidak sering kambuh. Makanan yang bisa dikonsumsi adalah makanan rendah lemak seperti dada ayam dan ikan, makanan rendah asam seperti sayuran, makanan probiotik seperti yoghurt, juga makanan tinggi serat seperti oatmeal, brokoli, apel, dll.

Penanganan maag kronis

Cara mengobati maag kronis ada perbedaan tergantung pada jenis maag kronis, penyebab, dan keparahannya. Untuk maag kronis tipe A yang berasal dari penyakit autoimun belum ada obatnya, namun bisa diredakan dengan penambahan asupan zat besi dan vitamin B12 lewat pengobatan oral, suntik atau infus.

Untuk maag kronis tipe B akibat infeksi bakter H. Pylori biasanya diberikan resep dokter yang mengkombinasikan antibiotik dan antasid.

Untuk maag kronis tipe C lebih kepada menanganinya dengan menjaga pola diet dan gaya hidup sehat. Yang artinya adalah hindari penggunaan obat antiinflamasi dan makanan-makanan yang sebelumnya sudah disebutkan.

Jika penanganan sesuai penyakitnya sudah dilaksanakan, seharusnya tubuh akan berangsur pulih dari maag akut atau kronis. Jika terus berlanjut, ada baiknya kembali ke dokter untuk kembali dilakukan diagnosa.

Jika ingin mendapatkan second opinion dari dokter terbaik silahkan cek di dokter.my , dengan penanganan yang maksimal dan sudah sangat terpercaya, segera konsultasikan kesehatan anda di tangan yang tepat.

ARTIKEL TERKAIT:  8 Pantangan Penderita Maag Kronis

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed