by

Kanker Ginjal. Penyebab, Pencegahan dan Pengobatan

Kanker ginjal adalah penyakit kanker yang munculnya berawal dari dalam ginjal. Ginjal sendiri merupakan dua organ saluran kandung kemih, berbentuk seperti kacang berukuran sekepalan tangan. Penyakit ini umumnya terjadi pada orang lanjut usia, berusia 60 tahun ke atas. Bila ditemukan pada stadium awal, sering kali kanker ginjal dapat disembuhkan.

Kanker yang menyerang ginjal ini terbagi menjadi beberapa tipe, yaitu:

  • Karsinoma sel ginjal: Jenis kanker ginjal yang paling umum terjadi pada orang dewasa.
  • Karsinoma sel ginjal bening: Tipe kanker yang cukup umum terjadi dan bila dilihat di laboratorium, sel abnormal tampak bening dan pucat.
  • Non-karsinoma sel ginjal bening: Jenis kanker ini terbagi menjadi karsinoma sel ginjal kapiler (kanker pada kapiler berbentuk seperti jari), karsinoma sel ginjal kromofob dan jenis langka seperti karsinoma meduler, karsinoma sel spindel, dan karsinoma tubular.
  • Wilms’ tumor (nefroblastoma): Jenis kanker yang umum terjadi pada anak-anak di usia 3-4 tahun.
  • Jenis kanker lainnya: Tipe kanker lainnya yang cukup langka terjadi adalah karsinoma sel transisi (lapisan pertemuan uretra dengan ginjal) dan sarkoma ginjal (pembuluh darah atau jaringan ikat ginjal).

Penyebab Kanker Ginjal

Kanker ginjal terjadi akibat mutasi (perubahan) gen pada sel-sel ginjal. Mutasi ini menyebabkan sel ginjal tumbuh tidak normal dan tidak terkendali. Kumpulan sel abnormal tersebut kemudian membentuk tumor yang dapat menyebar ke seluruh ginjal, atau bahkan ke organ tubuh lain.

Mutasi gen juga bisa diwariskan dari orangtua dan hal inilah yang diyakini ilmuwan sebagai penyebab kanker jenis ini pada anak, yakni penyakit Wilms; tumor.

Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker ginjal, yaitu:

  • Merokok
  • Menderita hipertensi
  • Menderita obesitas
  • Memiliki riwayat kanker ginjal dalam keluarga
  • Berusia lebih dari 50 tahun
  • Menjalani perawatan gagal ginjal jangka panjang, seperti cuci darah
  • Bekerja di lingkungan yang berisiko terpapar bahan kimia tertentu, seperti bahan kimia pembersih peralatan (trikloroetilen)
  • Menderita penyakit genetik, seperti sindrom Von Hippel-Lindau
    Berjenis kelamin laki-laki
ARTIKEL TERKAIT:  Serba-serbi Gagal Ginjal: Gejala, Pencegahan dan Pengobatan

Gejala Kanker Ginjal

Kanker ginjal umumnya tidak menimbulkan gejala saat masih stadium awal. Jika sudah memasuki stadium lanjut, gejala kanker ginjal yang dapat muncul adalah:

  • Benjolan di sekitar pinggang atau perut
  • Nyeri di sekitar punggung bawah dan pinggang
  • Demam yang tak kunjung mereda
  • Keringat berlebih, terutama pada malam hari
  • Berat badan turun tanpa sebab yang pasti
  • Hilang selera makan
  • Pucat, lemas, dan mudah lelah
  • Urine berdarah (hematuria)
  • Kurang darah (anemia)

Diagnosis Kanker Ginjal

Untuk menentukan diagnosis kanker ginjal, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa pemeriksaan tambahan, seperti pemeriksaan darah, pemeriksaan analisis urine, USG, dan CT scan. Keempat pemeriksaan ini diperlukan untuk melihat kemungkinan adanya tumor di ginjal dan memastikan bahwa bukan penyakit lain yang dialami.

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang agar diagnosis yang didapat lebih akurat. Pemeriksaan penunjang tersebut meliputi:

  • Tes darah, untuk mengukur jumlah sel-sel darah merah, memeriksa fungsi ginjal dan penanda tumor (tumor marker)
  • Tes urine, untuk mendeteksi infeksi atau darah dalam urine
  • Pemindaian dengan USG, CT scan, atau MRI, untuk melihat kondisi ginjal dengan lebih detail
  • Biopsi ginjal, untuk mendeteksi sel kanker dengan mengambil dan meneliti sampel jaringan ginjal

Stadium Kanker Ginjal

Tes kesehatan di atas tidak hanya dilakukan untuk memantapkan diagnosis, tapi juga membantu menentukan stadium kanker. Tahapan kanker ginjal berkisar dari 1 stadium 1 (awal), 2, 3, hingga 4 (lanjut).

Berikut ini beberapa contoh hasil laporan diagnosis stadium kanker:

  • Stadium 1 T1 N0 M0: tumor berukuran 7 atau lebih kecil, hanya ada di ginjal.
  • Stadium 2 T2 N0 Mo: tumor lebih besar dari 7 cm tapi masih berada di ginjal.
  • Stadium 3 T1-T3 N1 Mo: tumor berukuran lebih besar, mungkin berada di luar ginjal, dan telah menyebar ke kelenjar getah bening terdekat.
  • Stadium 4 T4 any N Mo: tumor sudah tumbuh keluar dari ginjal tepat ke kelenjar adrenal, mungkin sudah atau tidak menyebar ke kelenjar getah bening terdekat.
ARTIKEL TERKAIT:  10 Gejala Kanker Payudara Stadium 4 yang Wajib Wanita Tahu

Pengobatan Untuk Kanker Ginjal

Pengobatan kanker ginjal bergantung pada kondisi tubuh secara umum dan pada stadium kanker. Prinsipnya, sebisa mungkin ginjal yang terkena kanker diangkat melalui operasi nefrektomi. Agar kanker tidak bertambah parah dan tidak semakin meluas, pengobatan kanker ginjal yang biasanya dilakukan, meliputi:

1. Operasi

Operasi adalah prosedur yang paling sering dilakukan untuk menangani kanker ginjal. Namun, operasi hanya bisa dilakukan jika tumor masih di stadium awal. Ahli bedah dapat mengangkat sebagian ginjal. Bisa juga mengangkat seluruh ginjal beserta kelenjar adrenal, jaringan lemak, dam kelenjar getah bening yang sudah terkena kanker. Pasien ini akan hidup dengan satu ginjal saja.

2. Radioterapi atau Radiasi

Radioterapi adalah terapi untuk membunuh sel kanker menggunakan sinar-X berkekuatan tinggi. Salah satu jenis radioterapi yang digunakan adalah radioterapi eksternal. Tindakan ini dilakukan dengan mengarahkan sinar radiasi ke ginjal dari luar tubuh pasien.

Radiasi tidak dapat menyembuhkan kanker ginjal secara tuntas. Biasanya radiasi dimaksudkan untuk mengecilkan ukuran kanker. Tujuan radiasi lebih mengarah pada mengurangi keluhan yang dialami penderita kanker ginjal.

3. Terapi target

Terapi target adalah pemberian obat-obatan khusus untuk mengatasi kanker ginjal. Terapi ini dapat diberikan untuk menangani kanker ginjal stadium lanjut yang tidak sembuh dengan terapi lain. Beberapa obat yang digunakan dalam terapi target untuk mengobati kanker ginjal adalah sunitinib, sorafenib, pazopanib, cabozantinib, lenvatinib, bevacizumab, axitinib, dan temsirolimus.

Efek samping yang mungkin terjadi akibat terapi target adalah hipertensi, penggumpalan darah, masalah hati, dan kolesterol tinggi.

4. Embolisasi

Embolisasi dilakukan jika kanker ginjal sudah memasuki stadium lanjut dan kondisi pasien tidak memungkinkan untuk menjalani operasi. Prosedur ini bertujuan untuk menghambat atau mengurangi pasokan darah ke sel-sel kanker di ginjal. Dengan menyumbat pembuluh darah, diharapkan sel kanker tidak mendapat suplai makanan dan oksigen, sehingga lama kelamaan akan mengecil.

ARTIKEL TERKAIT:  Operasi Tulang Belakang : Kondisi, Prosedur Hingga Risiko

Pencegahan Kanker Ginjal

Mengingat penyebab kanker ginjal belum diketahui secara pasti, maka belum ada cara untuk mencegah penyakit ini. Namun, menjalani pola hidup yang sehat dapat membantu menurunkan risiko terkena kanker ginjal. Beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah:

  • Berhenti merokok dan menjauhi asap rokok.
  • Jaga pola makan dan tetap aktif sehingga berat badan menjadi terkontrol. Tingkatkan konsumsi sayur dan buah serta lakukan olahraga secara rutin.
  • Hindari paparan zat berbahaya seperti trichloroethylene di tempat kerja.
  • Konsultasi lebih lanjut pada dokter jika Anda memang termasuk golongan orang yang berisiko.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed