by

4 Tanda dan Gejala Unik Diabetes Tipe 1 dan 2 pada Pria

Diabetes adalah gangguan metabolis yang terjadi ketika kadar gula darah (glukosa), sangat tinggi. Glukosa adalah zat digunakan tubuh sebagai asupan energi, dan pankreas memproduksi sebuah hormon yang disebut insulin, gunanya untuk mengubah glukosa dari asupan makanan menjadi energi. Ketika tubuh tidak cukup, bahkan tidak sama sekali, memproduksi insulin, atau tubuh menjadi kebal insulin, glukosa tidak bisa digunakan sel-sel untuk mengubahnya menjadi energi. Kondisi tersebut bisa menjadi pengertian dari diabetes.

Ada dua tipe utama diabetes, yaitu Tipe 1 dan Tipe 2.

Diabetes tipe 1, terdiagnosa ketika pasien masih dalam masa kanak-kanak. Jenis ini merupakan sebuah kondisi autoimun dimana tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup karena sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel penghasil insulin dari pankreas, disebut sel-sel beta. Diabetes tipe 1 ditangani dengan penggunaan insulin.

Diabetes tipe 2, adalah kondisi ketika sel-sel tersebut tidak efisien menggunakan glukosa untuk diubah menjadi energi. Munculnya ketika kadar gula darah terlalu tinggi dan dibiarkan lama, dan sel-selnya menjadi tidak peka atau kebal terhadap insulin. Dan ada sejumlah medikasi yang digunakan untuk menangani diabetes tipe 2 ini.

Tanda dan gejala diabetes pria ada persamaan dan perbedaan dengan wanita. Persamaan tanda dan gejala diabetes pada pria dan wanita antara lain:

  • Dahaga dan lapar yang berlebihan
  • Sering kencing
  • Penambahan atau pengurangan berat badan
  • Kelelahan
  • Mudah iritasi
  • Pandangan yang kabur
  • Luka yang sulit pulih
  • Mual
  • Infeksi kulit
  • Penghitaman di sebagian area tubuh
  • Aroma napas yang ‘manis’
  • Mati rasa pada tangan atau kaki

Itu semua merupakan tanda dan gejala diabetes yang bisa dirasakan oleh pria maupun wanita. Namun, ada tanda dan gejala diabetes yang secara unik dialami penderita pria. Pertama, disfungsi ereksi/impotensi. Kedua, ejakulasi retrogade, kondisi dimana sperma tidak keluar lewat urethra melainkan masuk ke saluran kemih. Ketiga, kadar hormon testosteron yang rendah. Keempat, berkurangnya libido dan disfungsi seksual.

Penyebab, atau lebih tepatnya faktor resiko yang bisa membuat seseorang didiagnosa memiliki diabetes juga terdapat perbedaan pada pria dan wanita. Pria umumnya akan lebih mudah terdiagnosa dengan diabetes tipe 2. Berikut beberapa faktor resiko seseorang bisa menderita diabetes:

  • Turunan dari lingkaran keluarga inti
  • Obesitas
  • Distribusi lemak yang berpusat di tubuh bagian tengah
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol tinggi
  • Gaya hidup kurang olahraga
  • Merokok
  • Banyak mengkonsumsi alkohol
  • Kurang tidur
  • Testosteron yang rendah, pada pria
  • Diet tak sehat yang tinggi kalori dan gulanya

Metode pengobatan diabetes adalah dengan melakukan penanganan terhadap penderita. Metodenya dengan mengurangi resiko komplikasi dan menjauhi gaya hidup tak sehat. Melakukan olahraga dan mulai mengkonsumsi makanan dengan kadar gula rendah akan membantu mengurangi resiko komplikasi, tapi bukan berarti menyembuhkan. Jika gaya hidup sehat masih belum efektif, sejumlah obat-obatan dan injeksi insulin juga bisa membantu menangani diabetes. Dampak dan efisiensi metode pengobatan tergantung pada komplikasi dan kondisi tubuh penderita. Tidak semua penderita diabetes selalu mendapat penanganan yang sama. Untuk itu perlu ada konsultasi ke dokter.

Maka dari itu penting untuk menjaga pola atau gaya hidup sehat, karena ini termasuk penyakit keturunan. Sehingga, baiknya resiko kemunculan diabetes bisa ditekan dengan gaya hidup yang tidak sembarangan. Salah satu caranya yang bisa dilakukan adalah dengan mengurangi konsumsi gula. Mengenali diet dan kandungan asupan makanan juga bisa sangat membantu untuk memahami apa yang baiknya dihindari dalam mengkonsumsi makanan.

Jika ingin mendapatkan second opinion dari dokter terbaik silahkan cek di dokter.my , dengan penanganan yang maksimal dan sudah sangat terpercaya, segera konsultasikan kesehatan anda di tangan yang tepat.

ARTIKEL TERKAIT:  8 Jenis Penyakit Dalam yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Konsultasi Dokter

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed